Sedikit membuka dan bicara.
Bertatap disela pengalihan acara.
Apakah yang benar-benar tertatap.
Dilangkah ini aku menetap.
Embun-embun enggan bersolek.
Tak pernah keluar tanpa hujan.
Tapi pagi ini berbeda.
Embun keluar, tanaman berdandan.
Pagi memohon satu permintaan.
Hujan tidak lagi marah.
Pagi berlutut meminta sepadan.
Manusia tidak lagi merasa gerah.
Menangis tidak mengeluh.
Tetap saja menjadi caci maki.
Panas dan dingin tetap lusuh.
Sudahlah, tetap disini.
No comments:
Post a Comment